Senin, 16 Desember 2013

Istilah-istilah singkat yang biasa dipakai dalam process export dan import :



singkatan yang perlu di ketahui dalam pengiriman

Shipper : Shipper adalah Exporteer atau si Pengirim barang. Nama dan alamat lengkap Shipper harus tertulis jelas didalam dokumen2 seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan).

Consignee : Consignee adalah Importeer atau si Penerima barang. Nama dan alamat lengkap Consignee harus tertulis jelas didalam dokumen2 seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan).

Notify Party : Notify Party adalah pihak kedua setelah Consignee yang berhak untuk di beritahu tentang adanya suatu pengiriman dan penerimaan barang export / import. Dalam prakteknya, Nama dan Alamat Notify Party ini sama dengan nama dan Alamat Consignee. Tetapi ini semua tergantung dari perjanjian awal antara pihak Shipper dan Importeer. Nama dan alamat lengkap Notify Party harus tertulis jelas didalam dokumen2 seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO. Atau jika Notify Part sama dengan Consignee maka cukup ditulis SAME AS CONSIGNEE.
Shipping Mark & Number : Shipping Marks & Number adalah jumlah carton dan tanda pengiriman yang tercantum di kemasan barang. Data Shipping Marks & Number ini tercantum didalam Packing List dan Bill Of Lading.

Description of Goods : Adalah perincian barang. Description of Goods ini terdapat didalam Packing List (Lengkap) dan Bill Of Lading. Hanya saja penulisan data Description of Goods pada Bill Of Lading lebih sederhana atau hanya garis besarnya saja. Misalnya, didalam Packing List tertulis 2 drum minyak tanah, 5 jerigen bensin, 10 kalen g oli bekas. Maka pada Bill Of Lading cukup ditulis 17 Packages (total kemasan) of minyak tanah, bensin and oli bekas.

G.W. : G.W. adalah singkatan dari Gross Weight. Yaitu berat kotor dari berat kemasan dan berat barang itu sendiri. Contoh berat barang itu 2 Kgs dan berat kemasannya 0.5 Kgs maka G.W. : 2.5 Kgs

N.W. : N.W. adalah singkatan dari Net Weight / berat bersih yaitu berat barang sebelum di kemas.

LCL : Less than Container Loaded yaitu jenis pengiriman barang tanpa menggunakan container dengan kata lain parsial. Jika kita menggunakan jenis pengiriman LCL, maka barang yang kita kirim itu ditujukan ke Gudang penumpukan dari shipping agent. Lalu dari pihak Gudang tersebut akan mengumpulkan barang2 kiriman LCL lain hingga memenuhi quota untuk di loading / di muat ke dalam container.

FCL : Full Container Loaded yaitu jenis pengiriman barang dengan menggunakan container. Walaupun quantity barang tersebut lebih pantas dengan mode LCL, tetapi jika shipper mengirimkan barangnya dengan menggunakan container maka jenis pengiriman ini disebut dengan FCL. Pengiriman barang dengan mode FCL maka kita harus mendatangkan container ke Gudang kita untuk process stuffing (proses pemuatan barang). Setelah stuffing selesai, container itu kita segel dan kita kirimkan ke Tempat Penumpukan Peti Kemas di pelabuhan. Proses bagaimana cara mendatangkan container ke gudang kita akan di jelaskan pada bab yang lain.

CFS : Container Freight Station yaitu mode pengiriman dari Gudang LCL Negara asal sampai ke Gudang LCL Negara tujuan. CFS-CFS menandakan bahwa mode pengiriman barang tersebut dengan cara LCL.

CY : Container Yard yaitu mode pengiriman dari Tempat Penumpukan Peti Kemas Negara asal sampai ke Tempat Penumpukan Peti Kemas Negara tujuan. CY-CY menandakan mode pengiriman barang tersebut secara FCL.

Vessel : Kapal

Feeder Vessel : Kapal pengangkut container dengan kapasitas kecil yang mengangkut container dari pelabuhan muat menuju pelabuhan transit untuk di pindah ke Mother Vessel. Contoh : dari Tg. Priok menuju ke Singapore atau Hongkong….dsb

Mother Vessel : Kapal pengangkut dengan kapasitas besar yang mengangkut container dari pelabuhan transit menuju pelabuhan tujuan. Catatan : Jika pengiriman barang dari pelabuhan muat (misalnya : Tg. Priok, Jakarta ) menuju pelabuhan bongkar (misalnya : Busan, Korea) dengan menggunakan 1 Kapal saja maka tidak ada istilah Feeder Vessel dan Mother Vessel. Istilah Feeder Vessel dan Mother Vessel jika pengiriman barang dari pelabuhan muat ke pelabuhan bongkar tersebut menggalami pergantian kapal. Misalnya : Pelabuhan muat Tg. Priok dan Pelabuhan bongkarnya Los Angeles, California. Sementara route pengiriman itu melalui Jakarta – Singapore menggunakan Kapal YM Glory dan Singapore – Los Angeles, CA mengunakan Kapal Hanjin Sao Paulo. Maka Feeder Vessel nya adalah YM Glory dan Mother Vesselnya adalah Hanjin Sao Paulo.

Voyage : Nomor Keberangkatan Kapal yang biasa disingkat dengan V. atau Voy.. Nomor keberangkatan harus selalu ada dibelakang nama Kapal. Contoh : YM Glory V. 23 artinya Nama Kapal YM Glory dengan nomor keberangkatan kapal (Voyage) 23.

ETD : Estimation Time of Departure adalah perkiraan waktu keberangkatan Kapal.

ETA : Estimation Time of Arrival adalah perkiraan waktu kedatangan Kapal

Bill Of Lading : atau biasa di singkat dengan B/L, arti sederhananya adalah Konosemen atau bukti pengiriman barang dan pengambilan barang. Form Bill Of Lading itu sendiri harus sudah mendapatkan legalitas dari dunia International sebagai alat / bukti pengiriman dan pengambilan barang export / import. Didalam Bill of Lading memuat data2 Shipper, Consignee, Notify Party, Vessel & Voy. No., Shipping Marks & Numbers, Description of Goods, GW, NW, Measurement, POD, POL, Destination

P.O.L : Port Of Loading = Pelabuhan Muat

P.O.D : Port Of Discharge = Pelabuhan Bongkar

semoga bermanfaat

Selasa, 19 November 2013

Lama....

Lama....

Ah,cukup lama kuabaikan blog ini...
dan hari ini,,,ketika ku buka kembali ,teringat teman-teman di semester awal dengan beragam kebahagiaan,keceriaan dan kebersamaan.
mungkin inilah bagian penerapan pertama kali dari ilmu yang ku dapat di kampus beralmamater biru itu,berawal dari tugas kelompok yang diberikan di kelas 1.s

Dan hari ini kita akan di wisuda.tasbih,tahmid,bahagia,senang dan bangga itulah apresiasi dari rasa syukur itu.
kesibukan persiapan menyambut hari ini bersama keluarga,senyum ceria berkumpul untuk memaknai hari ini tapi ada juga sedikit sedih dan duka dikarenakan tidak semua teman kelas dan khusunya  kelompok kita turut merasakan apa yang kualami menjelang hari ini.terlebih salah satu diantara kelompok kita yang telah mengajariku dengan sabar hingga tercipta blog ini.

Kawan,,,slogan kelas kita yang akan selalu melekat dalam ingatan " masuk bareng-bareng,wisuda pun harus bareng-bareng".rupa-rupanya,,,takdir-Nya tak selalu beriringan dengan mimpi yang kita harapkan.

Ketahuilah kawan...wisuda bukan akhir dari perjuangan namun babak baru dalam mengaplikasikan segala yang telah kita dapat di sana. 

Oh,Iyah...masih ada satu perjuangan lagi bagi kita yaitu skripsi.berharap skripsi ku kelak mampu memdidikku menciptakan sesuatu hal baru sama halnya ketika pertama kali mendapat tugas kelompok yang menjadikan blog ini tercipta.meski belum maksimal memfungsikan dan memahami dunia blog tapi setidaknya aku mengerti dan bersyukur mengenal ini.

dari yang selalu merindukan kalian,,,sahabatku separuh aku padamu teruslah menjadi inspirasiku karena kalian adalah semangatku.semoga kita memiliki dunia yang selalu berwarna,indah dan bermakna juga bermanfaat.


Jakarta,20 November 2013
di meja kerjaku









Selasa, 19 Oktober 2010

" Untuk orang yang aku cintai…"

inilah aku dengan segala kekuranganku, inilah aku dengan segala keterbatasanku, dan inilah aku dengan segala yang ada pada diriku. Aku dalam sadarku, aku dalam mimpiku, dan aku dalam tempurung yang menyelimutiku. Aku tetaplah aku, dan sampai kapanpun inilah aku …

Hargai dan cintai kekuranganku karena semua yang aku lakukan bukan suatu “keharusan” tapi “keinginan-ku” untuk menyenangkan hati-mu dan berusaha melengkapi hidup-mu…

Untuk orang yang aku cintai…,
Aku penuh kekurangan dan jauh dari sempurna, karena…
Aku tidak pintar memasak tapi akan aku pastikan ada sarapan pagi untuk-mu dan makan malam untuk menghilangkan letih-mu…

Aku tidak pintar menjahit tapi akan aku pastikan aku bisa memperbaiki kemeja-mu yang terobek atau memperbaiki kancing baju-mu yang terlepas…

Aku tidak rapi tapi akan aku pastikan rumah-mu selalu dalam keadaan bersih dan terawat…

Aku tidak pintar menabung tapi akan aku pastikan semua tagihan terbayar tepat pada waktu-nya…

Aku tidak pintar berbelanja tapi akan aku pastikan semua kebutuhan-mu terpenuhi…

Aku tidak pintar menyuci pakaian tapi akan aku pastikan baju-mu selalu tampak baru dan harum…

Aku tidak pintar menyeterika pakaian tapi akan aku pastikan baju-mu selalu dalam keadaan rapi ketika akan kau kenakan…

Aku tidak pintar membagi waktu tapi akan aku pastikan dalam setiap kesenangan-ku disitu ada diri-mu…

Aku tidak pintar berdandan tapi akan aku pastikan aku mampu menempatkan gaya-ku dengan tepat dan tidak mempermalukan-mu…

Aku terkadang akan penuh dengan keegoisan dan manja berlebih tapi akan aku pastikan sifat itu hanya akan keluar pada waktu dan tempat yang benar tanpa menyusahkan-mu…

Aku tidak pintar mengambil sebuah keputusan tapi akan aku pastikan setiap keputusan yang aku ambil ada diri-mu sebagai pertimbangannya…

Aku selalu penuh kehebohan tapi akan aku pastikan kau tidak akan terganggu dengan kehebohan diri-ku…

Aku memiliki pekerjaan tapi akan aku pastikan pekerjaanmu-lah yang akan menjadi utama…

Aku tidak pintar mengendalikan emosi dan akan berdebat tapi akan aku pastikan kata-katamu-lah yang akan aku dengar dan akan aku lakukan…

Aku tidak pintar bergaul tapi akan aku pastikan kau tidak akan merasa malu bila aku berdiri disamping-mu…

Aku tidak mengikuti kursus kepribadian tapi akan aku pastikan kau akan merasa bangga atas pribadi-ku…

Semua yang aku lakukan tidak menggunakan kata “tapi” melainkan “walaupun”, karena semua yang aku lakukan hanya berusaha membuat yang terbaik dan menyenangkan-mu. Apabila semua itu tidak cukup untuk diri-mu, tolong hargai usaha-ku walaupun tidak terlihat oleh mata-mu dan terasa kurang. Semua aku lakukan karena aku menyukai-mu, karena mencintai-mu. Karena cinta dan rasa yang aku miliki adalah keinginan berbuat baik kepada orang yang aku cintai yang harus tampak setiap saat, sepanjang kebersamaan kita.

Jangan ganti aku atau membandingkan aku dengan yang lain hanya karena kau melihat semua kekurangan aku tapi coba-lah bertahan, hargai dan cintai setiap kekurangan-ku karena aku pun mencintai dan menghargai diri-mu apa adanya. Tidak terlintas di otak kecil aku untuk me-request perubahan dari diri-mu karena aku menyukai diri-mu “sepaket” seperti pertama kali aku mengenal-mu.

Jangan bandingkan aku dengan yang lain karena tidak akan pernah sama, karena inilah diriku yang jauh dari kata sempurna tapi selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk diri-mu.

Tolong lihat aku sebagai seseorang, bukan sebagai Partner-mu, bukan juga orang tua-mu, bukan juga sebagai teman-mu,bukan sebagai asset,  tidak juga sebagai sahabat-mu atau bahkan sebagai seorang “wanita” tapi lihatlah aku sebagai seseorang. Karena bila kau melihat aku sebagai seseorang kau akan memberikan penghargaan akan segala perbedaan yang ada di antara kita. Karena aku adalah seseorang yang jauh dari sempurna, aku penuh kekurangan dan membutuhkan diri-mu sebagai pelengkapnya.

Hargai dan cintai kekurangan-ku karena aku membutuhkanmu…


Always love you from deep my heart dear,



taken from: fara dhyla.
powered by: me

Aih........Aih....Cinta.......ddduuuuuuuuuhhhhhhhhhh Cinta...

Cinta, duuuh cinta...
Virus cinta emang bisa bikin blingsatan dan jungkir balik gak karuan. Uring-uringan, hingga makan tak enak, tidur pun tak nyenyak. Bahkan dapat merubah pribadi seseorang, yang awalnya benci banget kata-kata puitis nan manis, mendadak jadi pujangga yang pandai menebar janji tuk memikat hati.
Sambil bersimpuh dengan seikat bunga mawar ditangan, sang pujangga pun merayu sang pujaan, "Duhai belahan hati, tak dapat kuhidup tanpa dirimu di sisi."
Kadang ia bergaya bagaikan bintang film India, "Adinda..., belahlah dadaku ini, kan kau lihat ada dirimu di sana."
Sang gadis pun tersipu malu, hidung kembang-kempis dan jempol kaki jadi gede, "Idih... abang bisa aja nih."
Tak peduli siang malam, yang dipikirkan hanya juwita sayang impian seorang. Tak tahan dengan rayuan maut sang pujangga karbitan, si gadis pun langsung jatuh cinta. Jiwa terbang ke awang-awang, bermain dengan bintang gemintang.
Akhirnya, adik jadi milik abang seorang.
Cihuiii... nikah juga!!!
Pesta tiga hari tiga malam pun diadakan, ngikutin tradisi bintang-bintang sinetron atau anak orang-orang kaya. Meriah, dengan orkes dangdut setiap malam yang memekakkan telinga, juga tak ketinggalan pemutaran layar tancap di depan rumah.
Tamu-tamu begitu banyak yang datang, dan tak henti-hentinya ucapan selamat dihaturkan, "Duuh neng, cantiknya...," seraya tangan mencubit gemes pengantin perempuan.
"Aduuh!" ternyata nyubitnya sakit juga, sambil ngedumel dalam hati, "Iih... luntur deh make-up, nih ibu reseh banget sih!"
Tapi senyuman masih mengembang, memikirkan banyaknya amplop yang akan diterima, dan kembali berbisik dalam hati, "Sudah tradisi...," menirukan iklan produk biskuit di tivi.
Rasa puas serta bahagia terpancar dari kedua pasangan, dan tentu saja keluarga besar. Bangga, bisa membuat pesta gede-gedean karena katanya itu simbol kaum terhormat dan kaya raya.
Rencana bulan madu pun tak lupa dipikirkan, "Bang, ntar kita bulan madu kemana?" tanya istri sambil bergelayut manja.
"Kemana aja boleh, terserah adikku sayang," sambil mencium pipi dengan mesra, muaaah! Maklum, pengantin baru.
"Huu... yang benar dong jawabnya," pura-pura merajuk.
"Kalo ke bulan, adik mau ikut?"
"Ikuuut...," sambil memegang erat tangan kekanda tercinta.
Aih... aih...
* * *
Cinta, duuuh cinta...
Di awal pernikahan duhai sungguh indah, sayang-sayangan yang bikin mabuk kepayang. Makan saling suap-suapan, di jalan pun tangan saling bergandengan, hingga kadang membuat iri yang belum menemukan pasangan. Tak lupa foto adinda yang sedang tersenyum dipajang di meja kerja, dielus-elus saking cintanya, karena tak sabar ingin segera pulang ke rumah.
Jam kerja kadang digunakan untuk telpon-telponan, "Lagi ngapain, honey?"
Karena masih pengantin baru, masih gede rasa cemburu.
"Hani? Siapa tuh Hani? Kan namaku bukan Hani, pacar baru lagi ya?"
Hiks... hiks... hiks...
Hah???
* * *
Waktu berlalu, hari berganti hari hingga tahun berganti tahun. Layaknya sebuah kehidupan, tentu ada pasang surut. Roda pun tak selalu di atas, selalu ganti berputar. Begitu juga perjalanan bahtera rumah tangga anak manusia, kadang manis tak jarang pula sebaliknya.
Gejolak cinta di masa muda yang begitu bergelora untuk mendapatkan pasangan jiwa lalu berganti dengan keluh kesah, hingga bosan pun meranggas cinta. Suami yang dulu begitu mesra, perlahan mulai lupa dengan yang di rumah. Sang istri kini lebih sering merenung sambil bersenandung lagu Kemesraan-nya Franky Sahilatua, berharap kemesraan yang dulu janganlah cepat berlalu.
Istri kadang sendirian, karena kekanda tercinta suka pulang larut malam. Makan malam yang dihidangkan pun kini tak lagi disentuh, karena restoran telah menjadi pilihan. Dilayani pelayan-pelayan yang berpenampilan rapih, bagi sang suami lebih menyenangkan daripada disambut istri yang wajahnya penuh dengan masker bengkoang dan celemek kucel penuh bau masakan beraneka-ragam. Bahkan tak jarang kepala bermahkotakan rol rambut aneka warna.
Ah... Rumah tangga kini tak lagi tampak mesra. Suami yang dulunya selalu berjanji sehidup semati, kini lain di bibir, lain di hati. Sindir menyindir sering jadi luka yang menyayat pedih.
* * *
"Neng... manusia itu tak ada yang sempurna, semua pasti ada kekurangannya," nasehat Wak Haji di mushola kecil yang diapit rumah-rumah mewah di kompleks perumahan tersebut.
"Suami istri saling cekcok atau bertengkar itu hal yang biasa," beliau kembali menambahkan.
"Wak Haji juga dong?" cepat memotong.
"Lha iya, emang saya bukan manusia?" Wak Haji menjawab sambil mesem-mesem.
"Lho, mestinya Wak Haji ngasih contoh yang baik, masak udah haji kok bertengkar?"
Lalu kembali berkomentar, "Kalo Wak Haji yang udah tua gini masih juga suka berantem, lha kita yang muda ini nyontohnya ke siapa? Wak Haji mikir dong, mikir...!"
Wuaaah...!!!
"Aih... aih... Wak Haji gitu aja marah, terusin deh" senyum-senyum.
Sambil menahan gemes, Wak Haji pun melanjutkan, "Neng juga harus inspeksi diri sendiri..."
"Mungkin introspeksi ya Wak, maksudnya?" membenarkan.
"Oh iya, ya itu..., Neng juga harus intrupsi"
"Introspeksi Wak, bukan intrupsi!" kembali membenarkan, sembari menahan kesal.
"Aduuh... susah ya pakai istilah tingkat tinggi, apa tadi, inflasi?" Wak Haji bertanya kembali.
Wuaaah...!!!
"Aih... aih... Neng, gitu juga marah, he... he... he...," Wak Haji terkekeh-kekeh, girang banget bisa membalas.
"Tak ada gading yang tak retak, demikian juga rumah tangga. Lautan masih terlalu luas terbentang, ribuan karang siap menghadang, ombak pun kadang menerjang. Karena itu semua persoalan tak hanya dapat dipecahkan dengan cinta, tapi juga butuh sikap dewasa," nasehat Wak Haji.
Kembali beliau menambahkan,
"Untuk bersikap dewasa harus ada yang namanya ujian. Nah..., jadikan ujian itu sebagai pernik-pernik dalam pernikahan, ia akan menjadi indah saat setiap pasangan menyikapinya dengan dewasa, bukan dengan amarah. Sikap dewasa akan menyuburkan cinta, sehingga istri atau suami akan lebih mengutamakan pasangannya. Misalnya nih contoh gampangnya, kadang si istri lebih senang berdandan untuk orang lain daripada suaminya, atau sebaliknya."
"Maksudnya Wak Haji?" bertanya, karena belum jelas.
"Iya, coba si Neng inspeksi, eh... apa tadi, inflasi?" sahut Wak Haji seraya membenarkan letak kopiahnya.
"Idih mulai lagi nih, introspeksi, Wak Haji" sambil menahan senyum.
"Eh iya, si Neng coba introspeksi diri, apa iya kalo dandan di rumah juga seperti ini? Padahal Islam menganjurkan kalo berdandan untuk suami di rumah itu jauh lebih baik daripada untuk orang lain," nasehat Wak Haji bagaikan air bening yang merembes di telaga hati.
Si Neng hanya terdiam, membenarkan. Kemudian ia merenung betapa indah, bahkan teramat indah Islam mengajarkan syariat kepada para pemeluk-Nya, hingga mengatur hal-hal yang sangat sederhana. Ia tertunduk malu, karena terkadang terlalu berlebihan berdandan untuk orang lain saat keluar rumah, padahal yang lebih utama semestinya itu adalah hak kekanda, sang belahan jiwa.
* * *
Krek... Suara pintu dibuka, suami tercinta baru pulang kerja.
"Aih... aih..., mau kemana malam-malam begini?" tanya suami curiga, melihat istri yang berdandan begitu cantiknya.
Ia hanya diam, dan tersenyum manis sementara kekanda tercinta masih bengong, menatap tak percaya.
"Nggak kemana-mana, emangnya gak boleh tampil cantik di rumah?" jelas adinda sambil mengedipkan genit sebelah matanya.
"Kata Wak Haji, istri itu harus melayani suami dengan baik, termasuk tampil cantik saat ia ada di rumah," menirukan apa yang telah didengarnya di mushola.
Suami terharu, aaah... ia memang telah tampil beda. Suami pun sadar bahwa dirinya dan juwita tercinta memang sudah beranjak jauh dari masa-masa muda yang penuh gelora, tapi kekuatan cinta akan selalu menjadikan seseorang berusaha memberikan yang terbaik kepada yang dicintainya. Sang pujangga lalu berjanji dalam hati, untuk selalu menjadi pujangga cinta bagi adinda, sang belahan jiwa.
"Abang...," istri berkata perlahan.
Dalam hati sudah mengira, pasti adinda akan meminta maaf atas segala kekhilafan yang dilakukannya, sehingga dengan cepat ia berkata,
"Sudahlah dek, abang juga salah, suka mengabaikan tanggung jawab di rumah," terharu, mata tambah berkaca-kaca.
"Aih... aih..., emangnya saya mau ngomong apa," gerutunya dengan manja, "Cuma mau nanya, kan udah awal bulan, uang gajiannya mana?"
Hah???

Bekerja Bersama Ciptakan Perjalanan Ceria #UbahJakarta

Binggung, tranportasi apa yang tepat untuk di pakai dari Pademangan menuju  Sawangan, Depok?. Jarak tempuh yang cukup jauh dan riskan ma...